Pengikat Kabel Praktis yang Serbaguna Serta Berkualitas Terbaik
Ikat kabel (Inggris: cable tie, hose tie, atau zip tie) adalah pengikat untuk menyatukan benda-benda, khususnya kabel dan kawat listrik. Karena harga yang murah dan penggunaan yang mudah, ikat kabel banyak tersedia dan dipakai untuk berbagai keperluan. Ikat kabel umumnya terbuat dari nilon yang memiliki bagian pita fleksibel bergerigi yang disambungkan dengan pawl di bagian ujung untuk membentuk ratchet sehingga ketika bagian ujung pita ditarik, ikat kabel mengencang dan tidak dapat diurai. Beberapa ikat kabel memiliki bagian yang dapat ditekan untuk melepas ratchet sehingga ikatan dapat dilonggarkan atau dibuka.
Kabel ties atau Ty-Rap pertama kali ditemukan oleh seorang desainer dan produsen konektor dan komponen listrik dan komunikasi asal Amerika, Robert M. Thomas dan Hobart D. Betts pada tahun 1958. Pada awalnya, penemuan digunakan untuk mengikat dan merapikan kabel-kabel dan kawat di perusahaan pesawat terbang.
Ide awal penemuan cable tie tersebut sebenarnya datang dari Maurus C. Logan, Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan di perusahaan yang sama, pada tahun 1956. Ia menemukan bahwa urusan kabel-kabel pada pesawat adalah urusan yang sangat rumit dan rinci. Logan yakin ada cara yang lebih mudah untuk mengorganisir dan merapihkan kabel-kabel tersebut daripada menggunakan pengikat lain yang justru tidak bertahan lama dan membahayakan. Akhirnya ia pun mulai bereksperimen dengan berbagai alat dan bahan. Barulah pada 24 Juni 1958, usaha tersebut berhasil dan kemudian diperkenalkanlah cable tie dengan merek Ty-Rap.
Di Indonesia, cable ties ini sudah dipasarkan secara luas dan dengan mudah kita dapatkan di toko-toko listrik, otomotif, minimarket, hingga supermarket dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Pada umumnya, cable ties tersebut terbuat dari bahan dasar plastik Nylon-66 yang diproduksi dengan metode injection moulding. Namun demikian, ada juga cable ties dengan kualitas rendah sehingga lebih murah di pasaran. Sementara cable-ties yang baik tentu sudah dirancang untuk tahan terhadap berbagai zat kimia, pengencer cat/solvent, tahan terhadap oli, serta tidak mudah putus saat diikat atau dieratkan.
Kini, dari pengembangan cable ties tersebut, terciptalah berbagai pengikat lain, seperti stainless steel ties, dan beberapa lainnya yang juga masih mengadopsi sistem kunci otomatis pada cable ties. Cable ties sendiri pun tersedia dalam beragam macam, seperti releasable ties, lashing ties, pe ties, air conditioner tube ties, push mount ties, dan sebagainya.
Selain praktis dan mudah digunakan, cable ties juga memiliki pengunci otomatis yang berupa lidah pengunci bergerigi. Dengan begitu, eratnya ikatan pada sebuah benda tidak akan mudah kendur, meski dalam situasi atau guncangan apapun.
Add New Comment