Kontraktor Listrik Canggih yang Dapat Bekerja Secara Otomatis
Kontaktor merupakan sebuah komponen listrik yang dapat digunakan untuk menyambungkan atau memutuskan arus listrik bolak-balik (AC). Komponen ini biasa disebut juga dengan relay contactor yang biasanya terdapat pada panel kontrol listrik. Pada panel kontrol listrik, kontaktor sering digunakan sebagai saklar transfer dan interlock di sistem ATS.Kontaktor juga dapat dikontrol secara otomatis dengan alat pilot atau sensor yang sensitif. Jadi sebuah kontaktor akan berfungsi jika dialiri listrik yang mengenai kumparan tembaganya (coil). Sehingga didalam kontaktor menimbulkan medan magnet yang menyebabkan kontak NO (Normally Open) tertutup dan NC (Normally Close) akan terbuka.
Kontaktor biasanya sering kita temui pada panel kontrol listrik. Pada panel, kontaktor berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik yang bertipe AC. Dengan fungsinya tersebut, kontaktor dapat juga digunakan pada rangkaian elektronik lainnya sebagai pengendali arus listrik. Adanya kontaktor ini dapat membantu ketika seseorang merangkai peralatan elektronik dengan daya yang besar.
Seperti yang telah diketahui, kontaktor adalah alat yang berguna untuk dapat menyambungkan serta memutuskan arus listrik bertipe AC. Dengan demikian, arus pada rangkaian elektronik jadi lebih mudah ketika ingin dikontrol. Di luar itu, sebenarnya kontaktor juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu :
1. Kontrol Lighting
Kontaktor dapat berfungsi sebagai kontrol pencahayaan atau sebagai komponen penghubung dan pemutus arus listrik ke lampu tersebut. Pada saklar NO dan NC di kontaktor maka fungsi tersebut dapat dimaksimalkan. Biasanya dengan fungsi ini kontaktor dapat digunakan pada pencahayaan konser musik, stadion olahraga dan sebagainya.
2. Kontrol Motor Listrik
Kontaktor juga dapat digunakan dalam dunia industri sebagai komponen untuk mengontrol motor listrik yang memiliki daya besar. Kontaktor berfungsi untuk menghubungkan serta memutuskan arus listrik ke motor tersebut.
Dengan fungsi ini, kontaktor dapat disebut juga dengan istilah magnetic starter karena mampu mengendalikan kontrol listrik. Seperti pada mesin-mesin pabrik yang memerlukan daya arus listrik yang besar.
3. Transfer Switch
Kontaktor sering dipakai pada transfer switch yang masih merupakan sistem ATS. Selain itu, kontaktor juga sering digunakan sebagai saklar transfer dan interlock didalamnya. Alasannya, karena pada transfer switch memerlukan kapasitas kontrol dengan daya besar serta kecepatan transfer yang mumpuni. Semua yang diperlukan transfer switchdimiliki oleh karakteristik dari kontaktor tersebut.
4. Kontrol Suatu Komponen Secara Otomatis
Kontrol ini memang pada awalnya menjadi fungsi utama dari kontaktor. Karena kontaktor memiliki saklar NO dan NC, yang dapat membuka serta menutup arus listrik yang mengalir secara otomatis pada rangkaian elektronik.
Jadi, adanya kontaktor maka arus listrik pada rangkaian elektronik dapat terkendali dengan maksimal. Selain itu, jika tidak ada arus listrik yang mengalir lagi maka kontaktor akan kembali ke keadaan semula.
Comments
Add New Comment